1. Menunda-nunda rencana berinvestasi
Menunda-nunda sesuatu bukanlah hal yang baik, terutama dalam hal berinvestasi karena situasi pasar sangat cepat berubah. Waktu yang sangat tepat untuk mulai berinvestasi sangatlah sulit ditentukan. Setelah banyak melakukan riset, biasanya ide dan waktu untuk mulai berinvestasi suka muncul begitu saja.
Menunda-nunda sesuatu bukanlah hal yang baik, terutama dalam hal berinvestasi karena situasi pasar sangat cepat berubah. Waktu yang sangat tepat untuk mulai berinvestasi sangatlah sulit ditentukan. Setelah banyak melakukan riset, biasanya ide dan waktu untuk mulai berinvestasi suka muncul begitu saja.
Anda harus
lebih siap untuk bertindak sebelum situasi pasar berbalik, sehingga
anda tidak perlu tergantung pada situasi pasar. Biasanya, karena minim
pengalaman, investor muda kadang tidak percaya diri dengan keputusannya
dalam berinvestasi. Semakin lama menunda investasi, biasanya dua hal ini
terjadi pada investor muda:
Keputusannya
yang telat berujung pada harga yang lebih tinggi dari rata-rata.
Contohnya pada investasi saham, saat harganya murah, investor muda
biasanya ragu-ragu untuk membeli. Akan tetapi setelah harganya naik
karena banyak orang membeli, si investor muda malah ikut-ikutan membeli.
Padahal, dia akan lebih untung jika menjadi orang pertama yang membeli
saham tersebut.
Investor
akan mencari pengganti investasinya yang terlanjut dibeli. Melihat
contoh yang sebelumnya, setelah investor muda membeli saham di harga
yang mahal. Dia akan langsung mencari saham lain yang dikiranya bisa
naik seperti saham sebelumnya tanpa melakukan riset terlebih dahulu.
Investor menjadi ketakutan ia akan ‘ketinggalan kereta’ seperti
sebelumnya. Padahal, belum tentu saham tersebut kinerjanya akan lebih
baik.
2. Berspekulasi daripada berinvestasi
Seorang muda punya banyak kesempatan berinvestasi dalam hidupnya. Usianya yang masih dini biasanya berpengaruh pada risiko yang bisa dia ambil. Jadi, investor muda lebih sering mengambil investasi berisiko tinggi tapi dengan imbal hasil yang tinggi pula.
2. Berspekulasi daripada berinvestasi
Seorang muda punya banyak kesempatan berinvestasi dalam hidupnya. Usianya yang masih dini biasanya berpengaruh pada risiko yang bisa dia ambil. Jadi, investor muda lebih sering mengambil investasi berisiko tinggi tapi dengan imbal hasil yang tinggi pula.
Mengapa
begini, karena jika investor muda kehilangan banyak uang, ia masih punya
banyak waktu untuk memulai kembali investasi dari awal. Jadi, jangan
habiskan waktu muda hanya untuk berspekulasi, tapi segeralah
berinvestasi.
Spekulasi
biasanya dilakukan investor muda karena minim informasi atau tidak
mengerti benar mengenai instrumen investasinya. Yang memisahkan antara
berspekulasi dan berjudi hanyalah garis tipis, karena keduanya dilakukan
tanpa mengetahui hasil yang pasti. Ini berbahaya, karena banyak
investor senior yang bisa memanfaatkan kebodohan para investor muda
seperti ini.
Daripada
harus berspekulasi atau berjudi, investor muda sebaiknya melakukan
banyak riset, atau mencari perusahaan berisiko tinggi tapi dengan
potensi pendapatan yang jauh lebih tinggi untuk jangka panjang.
Manfaatkan masa muda untuk mengambil risiko, karena hasilnya akan
sepadan.
Sisi
negatif dari berspekulasi juga bisa membuat trauma pada investor muda
yang secara langsung akan mempengaruhi pengambilan keputusannya untuk
jangka panjang.
3. Terlalu banyak menghamburkan uang
Berinvestasi dalam jumlah banyak bisa menjadi pisau bermata dua. Saat yang tepat untuk berinvetasi dalam jumlah cukup banyak adalah masa muda. Seperti disinggung tadi, jika investor muda menderita kerugian, ia punya banyak waktu untuk bangkit dan mulai berinvestasi kembali. Akan tetapi, mirip dengan berspekulasi, terlalu banyak menghabiskan uang tanpa informasi bisa menghancurkan portofolio.
Berinvestasi dalam jumlah banyak bisa menjadi pisau bermata dua. Saat yang tepat untuk berinvetasi dalam jumlah cukup banyak adalah masa muda. Seperti disinggung tadi, jika investor muda menderita kerugian, ia punya banyak waktu untuk bangkit dan mulai berinvestasi kembali. Akan tetapi, mirip dengan berspekulasi, terlalu banyak menghabiskan uang tanpa informasi bisa menghancurkan portofolio.
4. Tidak banyak bertanya
Jika pasar saham sedang turun, investor muda biasa optimistis akan segera membaik dalam waktu dekat, tapi yang terjadi biasanya sebaliknya. Salah satu faktor penting dalam mengambil keputusan di situasi seperti ini adalah bertanya ‘mengapa’ atau ‘kenapa’, jangan cuma diam saja. Investor muda harus bisa mempertahankan dan mempertanggungjawabkan portofolionya dengan baik.
Jika pasar saham sedang turun, investor muda biasa optimistis akan segera membaik dalam waktu dekat, tapi yang terjadi biasanya sebaliknya. Salah satu faktor penting dalam mengambil keputusan di situasi seperti ini adalah bertanya ‘mengapa’ atau ‘kenapa’, jangan cuma diam saja. Investor muda harus bisa mempertahankan dan mempertanggungjawabkan portofolionya dengan baik.
Jangan
malu atau gengsi meminta masukan dari investor senior karena mereka tahu
lebih banyak mengenai apa yang terjadi di pasar. Jangan sampai investor
muda mengambil keputusan yang buruk di tengah situasi pasar yang tak
pasti.
5. Tidak berinvestasi
Seperti disebutkan sebelumnya, investor punya kelebihan untuk melihat imbal hasil tinggi di tengah tingginya risiko secara jangka panjang. Semakin muda, semakin jangka panjang kesempatan yang dimiliki, sehingga risiko yang tinggi bisa dilewati saat masih muda.
Seperti disebutkan sebelumnya, investor punya kelebihan untuk melihat imbal hasil tinggi di tengah tingginya risiko secara jangka panjang. Semakin muda, semakin jangka panjang kesempatan yang dimiliki, sehingga risiko yang tinggi bisa dilewati saat masih muda.
Kebiasan
buruk anak muda juga biasanya kurang berpengalaman memegang uang. Mereka
pikir uang tersebut harus dihabiskan saat itu juga, tanpa melihat
jangka panjang. Menghambur-hamburkan uang tanpa memikirkan tabungan atau
simpanan hari tua bisa merugikan diri sendiri.
Kesimpulan:
Investor muda harus memanfaatkan masa mudanya untuk mencari pengalaman sebanyak-banyaknya sambil mengambil risiko. Banyak belajar mengenai instrumen investasi sejak dini bisa banyak menolong anda dalam merancang portofolio yang solid. Memang ada banyak risiko menanti mereka yang masih hijau. Tapi, setidaknya risiko dan kesalahan-kesalahan tersebut bisa membantu investor muda mengukir pengalaman yang berharga.
Kesimpulan:
Investor muda harus memanfaatkan masa mudanya untuk mencari pengalaman sebanyak-banyaknya sambil mengambil risiko. Banyak belajar mengenai instrumen investasi sejak dini bisa banyak menolong anda dalam merancang portofolio yang solid. Memang ada banyak risiko menanti mereka yang masih hijau. Tapi, setidaknya risiko dan kesalahan-kesalahan tersebut bisa membantu investor muda mengukir pengalaman yang berharga.


0 komentar:
Posting Komentar
Jika belum paham, silahkan tulis pertanyaan di bawah ini....
Ingat!!! "malu bertanya sesat di kamar, eh di jalan"... hehehe